Tahapan penyebaran islam di Indonesia sangatlah pesat. salah satunya adalah penyebaran islam di tanah Jawa. Sebelum islam masuk ke Jawa, masyarakat setempat menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Selain menganut kepercayaan te3rsebut, sudah banyak juga masyarakat yang menganut unsur unsur kepercayaan yang berbau Hindu-Budha. Islam masuk ke Jawa dibawa dengan banyak cara, hal ini dapat dilihat dari banyaknya bukti sejarah yang ada. Bukti sejarah yang paling faktual adalah ditemukannya batu nisan di Leran Gresik yang berangka tahun 475 H., makam itu adalah kuburan Fatimah Binti Maimun bin Hibatallah yang meninggal pada tanggal 7 Rajab 475 H.
Di pulau Jawa, penyebaran
agama islam dilakukan oleh 9 wali (walisongo). Wali adalah orang yang sudah
mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kesembilan
wali tersebut sebagai berikut :
1.
Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang
pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik.
Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
2.
Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan islam di Ampel,
Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang Mesjid Demak.
3.
Sunan Drajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Mentiarkan
agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang berjiwa sosial.
4.
Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel.
Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang.
5.
Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan
Bonang. Menyebarkan islam di Jawa tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan
filosof. Menyiarkan agama dengan menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
6.
Sunan Giri(Raden Paku). Menyiarkan Islam di Jawa bahkan luar
Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan
metode bermain.
7.
Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa
Tengah. Seorang ahli seni bangunan hasilnya adalah mesjid dan menara Kudus.
8.
Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng
Gunung Muria. Terletak antara Jepara dan Kudus. Sangat dekat dengan rakyat
jelata.
9.
Sunan Gunung Jati ( Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam
di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.
Sarana Penyebaran
Islam di Pulau Jawa :
1) Saluran
perdagangan
Pada waktu itu
perdagangan di sekitar laut Jawa diramaikan oleh berbagai bangsa yang
turut meramaikannya. Para bangsawan majapahit pun tidak ketinggalan, banyak
yang menjadi pemilik kapal dan saham.
2) Saluran
Perkawinan
Masuknya Islam di
Pulau Jawa – Dari sudut ekonomi, para pedagang muslim memiliki status sosial
yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi. Penduduk pribumi, terutama
putri-putri bangsawan, tertarik untuk menjadi istri saudagar-saudagar itu.
Sebelum kawin mereka diislamkan dulu.
3) Saluran
Mistik atau Tasawuf
Pengajar-pengajar
tasawuf atau para sufi, mengajarkan teosofi yang bercampur dengan ajaran yang
sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mereka mahir dalam soal-soal
magis dan mempunyai kekuatan-kekuatan menyembuhkan.
4) Saluran
Pendidikan
Masuknya Islam di
Pulau Jawa – Islamisasi juga dilakukan melalui pendidikan, baik pesantren
maupun pondok-pondok yang diselenggarakan oleh guru-guru agama.
5) Saluran
Kesenian
Pendekatan
jalur kesenian dilakukan oleh para penyebar islam seperti walisongo untuk
menarik perhatian di kalangan mereka, sehingga dengan tanpa terasa mereka telah
tertarik kepada ajaran-ajaran islam sekalipun pada awalnya mereka tertarik
dikarenakan media kesenian itu.
Nama : Tariq Hidayat Pangestu
NIM
: 17/416413/SV/14151
Kelas : Kearsipan C
Komentar
Posting Komentar